Jumat, 04 Juni 2010

Orang Tua, Motivator of The Year

The parent is the strongest statement that the child hears regarding
what it means to be alive and real.
(Polly Berrien Berends)


Pada 13 Oktober 1972, sebuah tragedi luar biasa terjadi. Sebuah pesawat Uruguay berpenumpang 45 orang jatuh di pegunungan Andes. Di dalam pesawat naas yang rata-rata ditumpangi para pemain rugby, ada 12 orang meninggal. Sisanya harus bertahan dalam suhu minus 30 derajat setiap malamnya. Pencarian dilakukan meski berujung tanpa hasil. Akhirnya pemerintah angkat tangan dan semua penumpang dinyatakan meninggal. Dalam kondisi terbatas dan putus asa, satu per satu yang bertahan pun meninggal. Dengan sangat terpaksa, mereka memakan tubuh kawannya yang meninggal demi bertahan hidup. Sampai 72 hari lamanya, mereka berjuang untuk hidup. Akhirnya, tersisa 16 orang selamat.

Kisah nyata itu diangkat dalam film  oleh Frank Marshall berjudul Alive (1993). Cara bertutur dan plotnya mengedepankan sisi human interest sehingga sangat menyentuh. Sebuah kisah luar biasa tentang perjuangan dan daya tahan manusia untuk bertahan hidup.  Tapi, ada yang luput dilihat oleh kebanyakan orang. Ada satu fakta, yakni ternyata mereka yang mampu bertahan hidup adalah mereka yang orangtuanya berjuang tidak kenal lelah mencari mereka.  

Jelaslah bukan lantaran orang tua mereka terus mencari sehingga mereka bertahan hidup. Tetapi, suatu penelitian lebih jauh tentang 16 survivor mengerikan ini menunjukkan suatu realitas yang menarik. Ada korelasi yang tinggi antara orang tua mereka yang terus berharap anaknya kembali, dengan anak mereka yang selamat. Dari komentar para survivor, Carlos Páez and Daniel Fernández  yang berjalan berkilo-kilo mencari bala bantuan, hingga akhirnya mereka diselamatkan, ada komentar menarik, “Harapan! Kami terus berharap karena orang tua kami selalu mengajarkan untuk selalu memiliki harapan!”

Orangtua: Motivator of Every Year!
Pembaca, orang tualah. Itulah Motivator of the Year bahkan Motivator Every Year! Tema ini diangkat pada awal tahun ini sebagai salah satu motivasi bagi orang tua mengenai peran mereka yang luar biasa terhadap kehidupan anak di usia dewasanya.

Banyak contoh kasus bagaimana seseorang menjadi sukses berkat motivasi yang selalu diberikan oleh orangtuanya. Seorang pebisnis muda, generasi kedua menceritakan bagaimana ayahnya selalu menjadi sumber inspirasinya. Meskipun ayahnya  telah tua, tetapi semangat dan perjuangan serta kebijaksanaannya selalu menjadi nilai-nilainya dalam menjalankan bisnis. “Setiap kali aku rasanya frustrasi dan menyerah. Aku selalu ingat bagaimana susah payahnya ayah membesarkan perusahaan ini. Dan itu amat menyemangatiku.”

Bahkan, ada kisah John Foppe, seorang pembicara motivasi tanpa tangan dan berkaki bebek yang selalu bangga dengan motivasi dari ibunya. Meski tahu anaknya cacat, ibunya tidak memperlakukan anaknya secara special. Tetapi, ibunya selalu berkata, “Nak, kamu punya kekurangan dibanding orang lain. Tapi, itu tidak membuatmu harus diperlakukan spesial. Justru kamu harus berjuang lebih hebat dibanding mereka karena kekurangan itu.”  Terbukti, motivasi sang ‘mama’ yang luar biasa menjadikan dirinya hidup mandiri, bahkan bisa memotivasi orang lain.

Orang tua, mengambil peran yang luar biasa bagi daya juang, nilai-nilai serta daya tahan anak di masa dewasanya. Secara ilmu psikologi perkembangan, sejak kecil, orang tua adalah pihak yang paling sering melakukan imprinting kepada otak anaknya. Apa yang dikatakan terus-menerus oleh sang orang tua, akan ‘tercetak’ di dalam sel-sel neuron sang anak. Itulah yang akan menjadi rekaman ia sampai dewasa.

2 Cara Motivasi Orang Tua
Motivasi orang tua kepada anaknya, akan dipelajari dari dua cara. Pertama, dari kalimat langsung yang diucapkan setiap hari oleh sang orang tua pada anak mereka. Bayangkan, kalau orang tua tiap hari mengatakan, “Kok bisa sih dapat anak bodoh kayak kamu. Kayaknya Bapak dulu nggak begitu!”, “Sekolah saja nggak naik kelas, mau jadi apa kamu?”, “Bego!”, “Bodoh”, “Tolol”. Kalimat-kalimat seperti ini akan menjadi rekaman penting di otak sang anak. Jika yang diperoleh adalah motivasi-motivasi negatif, tak heran sang anak belajar jadi bersikap negatif terhadap problem hidupnya. Saya mengenal seorang direktur perusahaan yang pusing dengan hitung-hitungan karena sewaktu kecil, mamanya selalu memarahinya, “Kalau belajar matematika, otakmu kemana?”

Kedua, anak pun belajar motivasi hidup dari keteladanan yang diberikan kedua orang tuanya. Orang tua yang optimis menghadapi kesulitan dan selalu positif, membuat anak mempunyai ‘rekaman’ yang positif bagaimana seharusnya menjalani kesulitan yang sedang dihadapi. Tetapi, nilai dan perilaku anak pun banyak mencontoh dari perilaku serta sikap buruk  orang tuanya. Misalkan, saya mengenal seorang bankir yang negatif sekali terhadap kesuksesan orang lain. Ternyata, orang tua mereka juga selalu sinis tatkala ada tetangga mereka yang sukses.

Memang tidak selalu anak yang orang tuanya berperilaku  negatif menjadikan anaknya tidak sukses. Ada pula, anak yang lahir dari lingkungan negatif, tetapi berhasil. Tetapi, biasanya anak ini butuh energi luar biasa untuk memprogram ulang hal-hal negatif yang diterimanya. Tak heran, orang tua negatif banyak yang menjadikan anak yang negatif  ketimbang yang sukses.

Pepatah mengatakan, di balik seorang laki-laki yang sukses ada perempuan yang hebat. Betul! Salah satu perempuan itu adalah ibu. Tapi, jangan lupa juga, di balik seorang anak yang sukses, seringkali ada figur orang tua yang luar biasa! Karena itu, pantaslah kalau Motivator of The Year kita berikan pada orang tua kita. Merekalah yang selalu bisa memotivasi kita waktyu jatuh, dalam keterpurukan. Yang selalu menerima kita apa adanya. Pantaslah mereka menyandang gelar ini.


(by HRExellency Club)


Kamis, 03 Juni 2010

amazing street painting




sangat luar biasa.....
mata dapat dikelabuhi dengan sempurna.......
karena yang terlihat belum tentu benar.......

smart emotion



siapakah yang lebih pintar?

kadang ga perlu berubah untuk menjadi berbeda.......