Rabu, 28 April 2010

embun pagi penggugah hati

pagi ini terbangun dari mimpi yang tak pernah terjadi sebelumnnya.. "menjadi matahari" .. mungkin itu judul yang tepat untuk mimpi semalam. dinginnya udara pagi tak mampu menyurutkan badan ini untuk beranjak dari kenyamanan yang semu.. mengintip suasana pagi yang ternyata sudah dihiasi dengan kesibukan yang merupakan rutinitas sehari hari, makan mandi berangkat sekolah, makan mandi berangkat bekerja. mencoba menyamakan irama dengan kebanyakan orang pada umumnya.. tanpa mengganggu aktivitas mereka, kaki ini mulai melangkah menuju sumber kehangatan.. "kompor".. ctek... sreeet... pyuk pyuk... klinting klinting..... kopi panas siap menemani menyambut pagi... menuju beranda rumah, mengambil "kompas" yang dilemparkan tukang koran dengan tergesa gesa karena masih harus mengantarkan "kompas" ketempat pelanggan lainnya... hmmmm.... lagi lagi melihat rutinitas sehari hari... kembali terfokus pada "kompas', halaman utama masih saja membahas tentang para koruptor....haaahh... lagi lagi rutinitas sehari hari... berlanjut ke berita yang mungkin sedikit membuat kening ini berkerut..'267 sekolah, 100% siswanya tak lulus".... apaaaa????? luar biasa sekali bukan... bayangkan saja, setiap hari para murid harus bangun pagi, menepiskan kemalasan untuk beranjak dari kenyamanan tempat tidur masing masing... berbekal uang saku menuju bangku pendidikan..untuk apaaa??? setiap pagi para guru rela meningalkan keluarganya demi mencerdaskan anak bangsa...untuk apaaa???...  lagi lagi rutinitas sehari hari.... sebuah kebiasaan yang membentuk kararkter dan menghasilkan sebuah kebudayaan..."kebudayaan rutinitas sehari hari"... menyeragamkan, menyamakan langkah, ini ini, itu itu.....
"robot" berjalan sesuai program, selalu sama, tak akan pernah bisa berkembang dengan sendirinya... haaa.... apa bedanya dengan efek "rutinitas sehari hari".... hasilnya selalu sama, tak pernah lebih bahkan malah kurang...
sinar matahari mulai menerangi pagi... menyapa daun daun yang masih terbungkus oleh bekunya udara dingin...
mata ini terpaku pada setetes embun pagi yang terjatuh dari sehelai daun mangga yang disambut gembira oleh rumput rumput yang mulai tumbuh menjadi dewasa.... hanya setetes.... setetes embun di pagi hari...
"kompas" kutinggalkan, mengamati segerombolan rumput yang mulai berkembang biak.... satu batang rumput yang tiap pagi menerima tetesan embun mulai berkembang menjadi puluhan, lalu ratusan, lalu ribuan hingga menutupi sebidang tanah yang gersang.. membuat kehidupan yang baru...
mata ini liar menatap rumput rumput yang mulai menghijau, beralih ke sehelai daun mangga, lalu matahari.... silau... panas... membutakan mata... sungguh luar biasa....

matahari adalah "rutinitas sehari hari"..... 
"rutinitas sehari hari" yang memiliki arti...
jadilah matahari....  tidak sekedar terbit lalu tenggelam... matahari mampu menyegarkan bumi... tidak sekedar memberi panas... matahari membuat embun menetes untuk memberi hidup pada rumput dibawahnya....tidak hanya sekedar memberi panas.... 
matahari adalah "rutinitas sehari hari" yang memiliki arti...

selalu ingat sebuah ungkapan "sebaik baiknya manusia, lebih baik lagi jika memiliki manfaat untuk orang lain"..
belajar dari setetes embun pagi yang menggugah hati...


aaaah....
siaaalll...
kopiku lupa diminum....
pagi hari dengan kopi dingin ditangan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar