Bertahun-tahun yang lalu ketika saya sedang asyik "berselancar" di Internet, ada sebuah artikel yang cukup menarik. Tulisan dalam artikel tersebut memaparkan sebuah fakta yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang.
Fakta mencengangkan itu adalah ternyata binatang kecoak tergolong dalam binatang purba yang pernah hidup sezaman dengan dinosaurus. Artinya, binatang kecoak sudah melewati berabad-abad kehidupan dan masih saja berkembang dengan leluasa di tengah kehidupan manusia yang sudah modern.
Saya jadi tertarik membandingkan kecoak dengan dinosaurus. Kita mengenal satu jenis dinosaurus yang bernama tyranosaurus atau sering disebut sebagai T-Rex. Asal kata nama tyranosaurus diambil dari kata tirani, yang artinya suka menindas atau berkuasa atas orang lain.
Begitulah T-Rex, dalam rantai makanan zaman purba, T-Rex menduduki peringkat tertinggi sebagai pemangsa absolut. T-Rex tidak pernah diburu, ia selalu memburu. Begitu perkasa dan menakutkannya T-Rex, sampai-sampai semua makhluk ngeri berhadapan dengannya.
Namun, setelah zaman berubah, cuaca berganti, kehidupan mengalami anomali, dan bumi bergolak, apakah yang terjadi? T-Rex musnah tak bersisa. Keperkasaan seekor T-Rex hanyalah menjadi sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi.
Bagaimana dengan kecoak? Meski tampaknya lemah, kecil, tak berarti, tetapi ternyata kecoak lebih "tangguh" ketimbang T-Rex. Buktinya meski zaman berganti dengan gejolak yang luar biasa, populasi kecoak sama sekali tidak berkurang dan bahkan terus bertambah memenuhi celah-celah rumah dan saluran got.
Memang tidak semua dinosaurus musnah. Masih ada komodo, cecak raksasa yang masih bertahan hidup sampai sekarang. Namun, populasinya hanyalah tinggal sisa-sisa dan dominasinya sudah dibatasi oleh manusia.
Berkaca dari tiga jenis hewan ini, pelajaran apakah yang bisa kita tarik? 3 jenis hewan ini sebenarnya menunjukkan pada kita tiga jenis manusia yang sering kita temui.
Manusia T-Rex adalah mereka yang merasa dirinya hebat, berkuasa, punya otoritas tinggi (yang mungkin saat ini memang demikian kenyataannya). Namun, ketika terjadi perubahan, terjadi krisis, atau terjadi reformasi, orang-orang jenis T-Rex ini tidak mampu beradaptasi.
Mereka merasa bahwa cara-cara mereka sudah paling baik, mereka merasa dengan kekuatan yang mereka miliki mereka bisa bertahan mengahadapi apa pun. Akhirnya manusia T-Rex yang tidak mau beradaptasi dengan perubahan akan musnah oleh perubahan itu sendiri dan ujung-ujungnya, mereka hanya bisa bernostalgia dengan kehebatan masa lalu mereka yang sudah menjadi bagian dari fosil sejarah.
Manusia kedua adalah manusia komodo, jenis manusia medioker. Selalu merasa nyaman berada di level medium. Dia tidak menolak perubahan tetapi dia juga tidak mau sepenuh hati beradaptasi. Dia mudah merasa puas dengan sedikit hasil yang sudah dia capai.
Baginya, yang penting sudah bisa bertahan hidup, sudah bisa menghasilkan, itu sudah cukup. Akibatnya manusia komodo akan menjadi manusia "langka" yang hampir punah dan tidak memiliki dominasi apa pun. Ibaratnya, manusia komodo adalah jenis orang yang "asal bisa selamat".
Manusia ketiga adalah manusia kecoak. Meski kadang-kadang diremehkan dan dianggap sebelah mata, tetapi orang jenis ini adalah orang yang fleksibel terhadap perubahan, sigap, aktif, cekatan, dan sangat menghargai kerja tim.
Dia tidak pernah sendirian, melainkan selalu "menautkan" dirinya dalam komunitas yang positif. Akibatnya, bukan hanya sekadar survive terhadap perubahan, melainkan mereka bahkan bisa semakin berkembang.
Manusia pembelajar
Jangan mudah puas dan bangga dengan pencapaian dan posisi Anda saat ini. Meski saat ini Anda sudah menjadi "T-Rex" dalam bidang pekerjaan Anda, bukan berarti Anda bisa selamanya di posisi tersebut.
Perkembangan dunia usaha yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang sangat cepat menjadi tantangan bagi kita semua. Keperkasaan Anda saat ini bukanlah jaminan.
Dalam kesempatan ini, saya akan berikan lima tip survival guide yang meski tampak sederhana tetapi jika diterapkan sangat ampuh dampaknya. Praktikkanlah tip ini agar Anda tidak menjadi seperti T-Rex yang musnah dan terhapus jejaknya dari kehidupan.
Pertama, bersikaplah antisipatif terhadap perubahan. Ketika hal-hal baru muncul, perubahan mulai tampak, amatilah lebih dahulu sebelum mengambil sikap. Kebanyakan orang keburu antipati dengan perubahan, terutama jika perubahan itu mengusik kenyamanannya. Karena itu, milikilah sikap antisipatif dengan perubahan.
Artinya, ketika perubahan terjadi jangan langsung menjauhi, melainkan justru mendekatlah dan lihatlah mengapa perubahan itu terjadi, apa dampaknya, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk menyikapi perubahan tersebut.
Kedua, selalulah sigap dan siap dengan berbagai kemungkinan. Semakin hari, dunia usaha semakin penuh tantangan. Dinamika bisnis yang terjadi saat ini gejolaknya jauh lebih besar ketimbang situasi 10-20 tahun lalu.
Karena itu jangan mudah terlena dengan keberhasilan. Selalulah dalam posisi siap, aware, dan sigap menanggapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Termasuk kemungkinan yang terburuk sekalipun.
Ketiga, jangan berhenti belajar. Selama mengadakan ratusan training dan bertemuan dengan ribuan orang dari berbagai level, saya menemukan bahwa orang sukses yang bisa bertahan melewati beberapa generasi selalu memiliki mentalitas open minded dan sangat terbuka untuk pembelajaran.
Sebaliknya, para manusia komodo yang posisinya "nanggung", justru mereka merasa sudah hebat, tidak mau lagi belajar, dan cenderung meremehkan. Melihat orang-orang seperti ini, saya jadi teringat dengan perkataan Ray Kroc, orang yang membesarkan Mc Donald, Beliau pernah berucap, "Jika Anda sudah merasa diri Anda matang, Anda hanya tinggal menunggu untuk membusuk."
Keempat, tetaplah berkumpul dengan komunitas yang positif. Dalam kehidupan, termasuk dalam dunia kerja, Anda tidak bisa survive dan berkembang hanya dengan seorang diri. Anda membutuhkan orang-orang positif yang mengelilingi Anda.
Karena itu selalulah berusaha untuk menambah daftar teman dan rekan yang memiliki mentalitas yang tangguh, berpikiran terbuka, memiliki mentalitas kelimpahan, dan selalu memandang kehidupan dengan positif.
Kali ini saya akan mengutip perkataan guru kepemimpinan dunia, John Maxwell, "Tidak ada kebesaran apa pun yang bisa dicapai hanya dengan seorang diri. Angka satu terlalu kecil untuk mencapai kesuksesan."
Tip yang terakhir adalah milikilah selalu antusiasme. Kadangkala ketika iklim berganti dan gejolak mendatangi kita, antusiasmelah yang menjadi tenaga pendorong kita untuk bertahan hidup.
Meski tampaknya sepele tetapi antusiasme sungguh memberikan perbedaan yang nyata. Itu sebabnya saya selalu mengawali siaran radio saya dengan "Salam Antusias!".
Tentu Anda masih ingat dengan pernyataan yang berkata bahwa "antusias adalah induk dari segala usaha, tidak ada satu pun kesuksesan yang bisa dicapai tanpanya."
Nah, apa pun posisi dan situasi Anda saat ini, jangan cepat merasa puas. Marilah kita mengembangkan mentalitas seorang "pendaki" yang selalu berusaha menuju puncak meski iklim berganti dan badai tantangan menderu tanpa henti.
Saya jadi tertarik membandingkan kecoak dengan dinosaurus. Kita mengenal satu jenis dinosaurus yang bernama tyranosaurus atau sering disebut sebagai T-Rex. Asal kata nama tyranosaurus diambil dari kata tirani, yang artinya suka menindas atau berkuasa atas orang lain.
Begitulah T-Rex, dalam rantai makanan zaman purba, T-Rex menduduki peringkat tertinggi sebagai pemangsa absolut. T-Rex tidak pernah diburu, ia selalu memburu. Begitu perkasa dan menakutkannya T-Rex, sampai-sampai semua makhluk ngeri berhadapan dengannya.
Namun, setelah zaman berubah, cuaca berganti, kehidupan mengalami anomali, dan bumi bergolak, apakah yang terjadi? T-Rex musnah tak bersisa. Keperkasaan seekor T-Rex hanyalah menjadi sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi.
Bagaimana dengan kecoak? Meski tampaknya lemah, kecil, tak berarti, tetapi ternyata kecoak lebih "tangguh" ketimbang T-Rex. Buktinya meski zaman berganti dengan gejolak yang luar biasa, populasi kecoak sama sekali tidak berkurang dan bahkan terus bertambah memenuhi celah-celah rumah dan saluran got.
Memang tidak semua dinosaurus musnah. Masih ada komodo, cecak raksasa yang masih bertahan hidup sampai sekarang. Namun, populasinya hanyalah tinggal sisa-sisa dan dominasinya sudah dibatasi oleh manusia.
Berkaca dari tiga jenis hewan ini, pelajaran apakah yang bisa kita tarik? 3 jenis hewan ini sebenarnya menunjukkan pada kita tiga jenis manusia yang sering kita temui.
Manusia T-Rex adalah mereka yang merasa dirinya hebat, berkuasa, punya otoritas tinggi (yang mungkin saat ini memang demikian kenyataannya). Namun, ketika terjadi perubahan, terjadi krisis, atau terjadi reformasi, orang-orang jenis T-Rex ini tidak mampu beradaptasi.
Mereka merasa bahwa cara-cara mereka sudah paling baik, mereka merasa dengan kekuatan yang mereka miliki mereka bisa bertahan mengahadapi apa pun. Akhirnya manusia T-Rex yang tidak mau beradaptasi dengan perubahan akan musnah oleh perubahan itu sendiri dan ujung-ujungnya, mereka hanya bisa bernostalgia dengan kehebatan masa lalu mereka yang sudah menjadi bagian dari fosil sejarah.
Manusia kedua adalah manusia komodo, jenis manusia medioker. Selalu merasa nyaman berada di level medium. Dia tidak menolak perubahan tetapi dia juga tidak mau sepenuh hati beradaptasi. Dia mudah merasa puas dengan sedikit hasil yang sudah dia capai.
Baginya, yang penting sudah bisa bertahan hidup, sudah bisa menghasilkan, itu sudah cukup. Akibatnya manusia komodo akan menjadi manusia "langka" yang hampir punah dan tidak memiliki dominasi apa pun. Ibaratnya, manusia komodo adalah jenis orang yang "asal bisa selamat".
Manusia ketiga adalah manusia kecoak. Meski kadang-kadang diremehkan dan dianggap sebelah mata, tetapi orang jenis ini adalah orang yang fleksibel terhadap perubahan, sigap, aktif, cekatan, dan sangat menghargai kerja tim.
Dia tidak pernah sendirian, melainkan selalu "menautkan" dirinya dalam komunitas yang positif. Akibatnya, bukan hanya sekadar survive terhadap perubahan, melainkan mereka bahkan bisa semakin berkembang.
Manusia pembelajar
Jangan mudah puas dan bangga dengan pencapaian dan posisi Anda saat ini. Meski saat ini Anda sudah menjadi "T-Rex" dalam bidang pekerjaan Anda, bukan berarti Anda bisa selamanya di posisi tersebut.
Perkembangan dunia usaha yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang sangat cepat menjadi tantangan bagi kita semua. Keperkasaan Anda saat ini bukanlah jaminan.
Dalam kesempatan ini, saya akan berikan lima tip survival guide yang meski tampak sederhana tetapi jika diterapkan sangat ampuh dampaknya. Praktikkanlah tip ini agar Anda tidak menjadi seperti T-Rex yang musnah dan terhapus jejaknya dari kehidupan.
Pertama, bersikaplah antisipatif terhadap perubahan. Ketika hal-hal baru muncul, perubahan mulai tampak, amatilah lebih dahulu sebelum mengambil sikap. Kebanyakan orang keburu antipati dengan perubahan, terutama jika perubahan itu mengusik kenyamanannya. Karena itu, milikilah sikap antisipatif dengan perubahan.
Artinya, ketika perubahan terjadi jangan langsung menjauhi, melainkan justru mendekatlah dan lihatlah mengapa perubahan itu terjadi, apa dampaknya, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk menyikapi perubahan tersebut.
Kedua, selalulah sigap dan siap dengan berbagai kemungkinan. Semakin hari, dunia usaha semakin penuh tantangan. Dinamika bisnis yang terjadi saat ini gejolaknya jauh lebih besar ketimbang situasi 10-20 tahun lalu.
Karena itu jangan mudah terlena dengan keberhasilan. Selalulah dalam posisi siap, aware, dan sigap menanggapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Termasuk kemungkinan yang terburuk sekalipun.
Ketiga, jangan berhenti belajar. Selama mengadakan ratusan training dan bertemuan dengan ribuan orang dari berbagai level, saya menemukan bahwa orang sukses yang bisa bertahan melewati beberapa generasi selalu memiliki mentalitas open minded dan sangat terbuka untuk pembelajaran.
Sebaliknya, para manusia komodo yang posisinya "nanggung", justru mereka merasa sudah hebat, tidak mau lagi belajar, dan cenderung meremehkan. Melihat orang-orang seperti ini, saya jadi teringat dengan perkataan Ray Kroc, orang yang membesarkan Mc Donald, Beliau pernah berucap, "Jika Anda sudah merasa diri Anda matang, Anda hanya tinggal menunggu untuk membusuk."
Keempat, tetaplah berkumpul dengan komunitas yang positif. Dalam kehidupan, termasuk dalam dunia kerja, Anda tidak bisa survive dan berkembang hanya dengan seorang diri. Anda membutuhkan orang-orang positif yang mengelilingi Anda.
Karena itu selalulah berusaha untuk menambah daftar teman dan rekan yang memiliki mentalitas yang tangguh, berpikiran terbuka, memiliki mentalitas kelimpahan, dan selalu memandang kehidupan dengan positif.
Kali ini saya akan mengutip perkataan guru kepemimpinan dunia, John Maxwell, "Tidak ada kebesaran apa pun yang bisa dicapai hanya dengan seorang diri. Angka satu terlalu kecil untuk mencapai kesuksesan."
Tip yang terakhir adalah milikilah selalu antusiasme. Kadangkala ketika iklim berganti dan gejolak mendatangi kita, antusiasmelah yang menjadi tenaga pendorong kita untuk bertahan hidup.
Meski tampaknya sepele tetapi antusiasme sungguh memberikan perbedaan yang nyata. Itu sebabnya saya selalu mengawali siaran radio saya dengan "Salam Antusias!".
Tentu Anda masih ingat dengan pernyataan yang berkata bahwa "antusias adalah induk dari segala usaha, tidak ada satu pun kesuksesan yang bisa dicapai tanpanya."
Nah, apa pun posisi dan situasi Anda saat ini, jangan cepat merasa puas. Marilah kita mengembangkan mentalitas seorang "pendaki" yang selalu berusaha menuju puncak meski iklim berganti dan badai tantangan menderu tanpa henti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar