Rabu, 12 Mei 2010

" for-giving "


Sekitar tahun 1990an ada beberapa orang yang mencoba mencari penjelasan ilmiah dari keuntungan memberi maaf. Dari berbagai riset tersebut, ditemukan bahwa orang yang memendam kebencian dan kepahitan, setiap kali dia mengingat kejadian yang membuat dia kesal, otot otot tubuhnya mulai menegang, tekanan darah meningkat, dan aktivitas berkeringat juga menjadi berbeda. Dan ketika seseorang memaafkan, bukan saja dia terbebas dari memori yang mengganggu, tetapi ia juga menjadi lebih bijaksana dan dewasa dalam menyikapi kehidupan.
Memaafkan bukan hal yang mudah, memaafkan juga bukanlah perasaan, ia adalah keputusan. Memaafkan bukanlah melepaskan orang lain dari kesalahan. Memaafkan adalah melepaskan kita dari ikatan antara kita dan kesalahannya. Bahkan memaafkan tidak berarti kita harus berhubungan kembali dengannya, kita boleh memutuskan hubungan dengannya, tetapi kita tidak boleh membawa kesalahannya terus menerus dipundak kita.

Pengampunan adalah salah satu pemberian terbesar yang bisa manusia beri untuk sesamanya. Mungkin itu sebabnya kenapa dinamakan dengan ‘ for-giving ’.

“ pengampunan adalah atribut milik orang kuat, orang yang lemah tidak akan memilikinya ”

2 komentar:

  1. mas..
    memberi pengampunannya apa harus selalu dengan kata-kata?
    mksdnya cukup diri kita yg tau aja,,apa itu bs termasuk dalam pengampunan?

    BalasHapus
  2. kalau mnurutku seperti yg diatas.
    pengampunan = kita terlepas dg ikatan kesalahan orng lain.
    jd yg pnting kita dah melakukan itu.

    kalo memberi maaf/ memberi pengampunan baru harus ngomong, coz yg namanya memberi pasti ada yg menerima.

    BalasHapus